Welcome

News Industri Indonesia

Sabtu, 27 Agustus 2011

Syarat Penerima Tax Holiday Ditambah

JAKARTA – Selain harus memenuhi kriteria sebagai industri pionir, investor yang ingin memperoleh fasilitas fiskal pengurangan pajak untuk jangka waktu tertentu (tax holiday) dikenakan syarat tambahan. 


Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.130/PMK. 011/2011 tentang Pemberian Fasilitas Pembebasan atau Pengurangan Pajak Penghasilan (PPh) Badan menyebutkan, pembebasan PPh badan diberikan kepada industri pionir dengan rencana investasi minimal Rp1 triliun untuk jangka waktu maksimal 10 tahun dan minimal lima tahun, terhitung sejak dimulainya produksi komersial. 

Selain itu, dalam Pasal 3 ayat 1 c menyebutkan, industri pionir yang menginginkan fasilitas fiskal ini wajib menempatkan dana di perbankan nasional minimal 10% dari total rencana investasi dan tidak boleh ditarik sebelum beroperasi. 

”Persyaratan tersebut ditetapkan dengan tujuan menjaga komitmen investasi para pemodal baru sektor industri pionir di Indonesia,”kata Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro kemarin.

Sumber : Seputar Indonesia

Senin, 15 Agustus 2011


Saat ini Indonesia dihadapkan pada tantangan untuk terus meningkatkan daya saing. Negara maju yang memiliki daya saing yang tinggi telah mengembangkan dan mengimplementasikan pendekatan sistemik dalam penguatan sistem inovasinya, untuk membangun ekonomi yang berbasis pengetahuan (knowledge-based economy). Berbagai kajian menunjukkan bahwa penguatan sistem inovasi oleh suatu negara atau daerah mampu mendorong kinerja perekonomiannya yang pada gilirannya dapat mensejahterakan masyarakat.
“Kami dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berharap bahwa Cikarang Technopark juga dapat berperan sebagi Pusat Inovasi setidaknya di wilayah Kabupaten Bekasi dan Provinsi Jawa Barat. Prakarsa ini patut kita apresiasi secara khusus mengingat ini merupakan salah satu prakarsa yang datang dari pihak non pemerintah," tegas Tatang.
Pandangan tentang inovasi berkembang dari waktu ke waktu. Dalam sebagian besar praktiknya, inovasi lebih merupakan proses interaktif dan literatif, proses pembelajaran (learning process) yang merupakan bagian penting dalam proses sosial. Artinya, semakin dipahami bahwa inovasi pada umumnya tidak terjadi dalam situasi yang terisolasi. Kesadaran akan kondisi empiris dan kebutuhan akan cara pandang dan tindakan yang sistemik dan sistematis selanjutnya mendorong berkembangnya paradigma sistem inovasi.
Dibagian akhir sambutannya, Tatang berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun mendukung secara kongkrit pemajuan Cikarang Technopark ini dan prakarsa sejenis.  Secara khusus BPPT menaruh harapan besar kepada Cikarang Technopark untuk dapat berkembang menjadi suatu kisah keberhasilan (success story).
Pengembangan Cikarang Technopark ini tidak saja memberikan kemanfaatan besar bagi peningkatan daya saing dunia usaha sekitar dan situasi saling menguntungkan (mutual benefits) bagi para kolaborator, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi pihak-pihak lainnya untuk pengembangan technopark yang baik (best practice) dalam rangka penguatan sistem inovasi di Indonesia. (SYRA/humas)

Sumber: BPPT

PRESIDEN RI: KONTRIBUSI INOVASI DAN TEKNOLOGI DALAM PENGEMBANGAN KEKUATAN EKONOMI NASIONAL

Penelitian dan pengembangan teknologi serta inovasi merupakan tumpuan utama untuk menyelesaikan berbagai masalah bangsa dalam upaya mencapai kesejahteraan masyarakat. Pertanyaan kemudian adalah inovasi dan teknologi seperti apa yang harus kita kembangkan. Saudara tentu sepakat bila pertanyaan seperti itu opsi sangat terbuka dan banyak pilihan yang terbuka, para ilmuwanlah yang berperan dan ini tantangan serta misi besar saudara semua.
Hal tersebut disampaikan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dalam peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke 16 Tahun 2011 di Auditorium Graha Widya, Puspitek, Serpong, Rabu (10/8).
Lebih lanjut Kepala Negara mengatakan bahwa tantangan Indonesia di masa mendatang semakin berat, bukan hanya masalah yang dihadapi Indonesia namun juga oleh bangsa-bangsa di dunia. "Sekarang jumlah penduduk dunia 7 miliar manusia dan kemudian 2045 menjadi 9 milyar jiwa. Saya sampaikan apa implikasinya dari kebutuhan paling asasi, food security dan energy security," katanya.

Ia mencontohkan tiga hal, terkait tantangan dalam keamanan pangan, tantangan dalam ketersediaan energi dan perubahan fundamental ekonomi dari ekonomi sumber daya alam menjadi ekonomi yang mengedepankan peningkatan kualitas dan nilai produk nasional. "Konkritnya tahun mendatang, kita harus bisa percepat dan perluas terbangunnya industri bernilai tambah. Untuk itu semua, upaya besar solusi yang diharapkan kita harus percepat inovasi dan kontribusi ekonomi untuk kuasai itu," jelasnya.
Berdampingan dengan program percepatan pembangunan ekonomi Indonesia yang telah dicanangkan pemerintah, Ia meminta agar inovasi dan pengembangan teknologi bisa memberi kontribusi pada pengembangan kekuatan ekonomi nasional. “Sasaran kita dalam MP3EI bisa dikatakan ambisius, tapi saya yakin itu bisa kita capai. Dalam jangka waktu hingga 2025 mendatang, saya optimistis kondisi perekonomian Indonesia bisa mencapai kekuatan ekonomi dunia ke-12," ungkapnya.
Untuk mencapai itu, kata Presiden, ada sejumlah hal yang perlu dilakukan, yaitu sebagai bangsa harus bersatu, mau bekerja bersama, mau bekerja keras, jangan lunak jangan asal-asalan, bersikap adaptif dan inovatif. Selain itu kita juga harus menjadi bangsa yang cerdas dalam cari dan ciptakan peluang yang tersedia dimana-mana. Jika sasaran itu dicapai maka rakyat kita semakin sejahtera, kemiskinan bisa berkurang lebih signifikan, dan keadilan dimana-mana.
Sementara itu dalam laporannya Menteri Negara Riset dan Teknologi (Ristek) Suharna Surapranata, menyatakan bahwa ke depan kegiatan riset dan pengembangan teknologi harus difokuskan pada upaya pemenuhan kebutuhan para pengguna. “Kontribusi nyata teknologi terhadap pertumbuhan ekonomi diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat sebagaimana diamanatkan konstitusi.
Melalui tema Haklteknas ke 16 yaitu Inovasi Untuk Kesejahteraan Rakyat, mitos-mitos yang salah kaprah seperti inovasi harus mahal, besar, dan sulit akan diubah menjadi inovasi itu menguntungkan. "Selain itu inovasi sangat penting untuk disebarluaskan dan digunakan oleh masyarakat, dunia usaha, pemerintah, dan para pengguna lainnya,” jelasnya.
Di tahun mendatang, lanjut Menristek, Indonesia harus bisa mempercepat dan memperluas terbangunnya industri bernilai tambah. Untuk itu semua diperlukan upaya besar untuk mempercepat inovasi yang memiliki kontribusi terhadap perekonomian bangsa.
Dalam peringatan hari kebangkitan teknologi nasional ke-16 tersebut, hadir pula mantan Presiden RI ke-3 BJ Habibie, para menteri kabinet Indonesia Bersatu II, Kepala LPNK, sejumlah duta besar negara sahabat dan para peneliti dari seluruh Indonesia. Kegiatan peringatan hakteknas ke-16 di Serpong antara lain diisi dengan pameran hasil inovasi teknologi putra-putri bangsa Indonesia, seminar serta pemberian penghargaan anugrah iptek kepada pemerintah daerah, lembaga litbang, peneliti, perekayasa, inovator dan masyarakat sebagai bentuk apresiasi pemerintah atas komitmen mereka dalam litbang dan iptek untuk mendorong laju pembangunan masyarakat.

Sumber: BPPT

Pendidikan Saudagar Global Dibuka

TASIKMALAYA, KOMPAS.com — Kementerian Koordinator Perekonomian membuka Pendidikan Dasar Wirausaha Ekspor pertama di kawasan Parahyangan Timur, yakni di Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Ciamis, dan  Banjar.
Kami sedang mengembangkan program pelatihan untuk mengubah "mindset" cara pikir dari kebiasaan membeli menjadi menjual.
-- Edy Putra Irawadi
Pendidikan ini diharapkan dapat mencetak orang berjiwa wirausaha tinggi yang dapat membangun jaringan global sebagai saudagar yang mendunia.
"Kami sedang mengembangkan program pelatihan untuk mengubah mindset (cara pikir) dari kebiasaan membeli menjadi menjual," ujar Deputi Bidang Koordinasi Perdagangan dan Industri Kementerian Koordinator Perekonomian Edy Putra Irawadi di Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (13/8/2011).
Menurut Edy, Pendidikan Dasar Wirausaha Ekspor ini dimulai di Parahyangan Timur, yakni Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Ciamis, Garut, dan Banjar.
Kawasan ini dipilih pertama karena industri rumahan sudah berkembang pesat, tetapi butuh pengembangan. Sebagai contoh, di Tasikmalaya tumbuh industri pakaian muslim dan produk derivasinya. Ini menopang program pemerintah yang ingin membawa busana muslim ke pasar global.
"Pada tahun 2020, kami akan membawa Islamic Fashion kita sebagai kiblat busana muslim dunia. September 2011, kami akan membawa produk itu ke Paris untuk menunjukkan bahwa busana muslim kita sangat berurat berakar karena didukung tradisi," ujar Edy.
Adapun Garut sudah mengembangkan akar wangi, rami, produk kulit, dan makanan olahan, seperti cokodot. "Atas dasar itulah, kami pilih Parahyangan Timur yang sudah tumbuh industrinya," ujarnya.
Edy mengatakan, peserta yang akan ikut dalam pendidikan ini diharapkan dapat membangun jaringan usaha. Jaringan itulah yang akan membentuknya menjadi saudagar global. "Jadi nanti yang membuat barang di Garut, modal dari Jakarta, dipasarkan ke Amerika. Jadilah Bill Gate dan George Soros,"(dengan begitu dibuat didalam negeri diolah agar barang tersebut memiliki nilai tambahnya)