Welcome

News Industri Indonesia

Senin, 15 Agustus 2011

PRESIDEN RI: KONTRIBUSI INOVASI DAN TEKNOLOGI DALAM PENGEMBANGAN KEKUATAN EKONOMI NASIONAL

Penelitian dan pengembangan teknologi serta inovasi merupakan tumpuan utama untuk menyelesaikan berbagai masalah bangsa dalam upaya mencapai kesejahteraan masyarakat. Pertanyaan kemudian adalah inovasi dan teknologi seperti apa yang harus kita kembangkan. Saudara tentu sepakat bila pertanyaan seperti itu opsi sangat terbuka dan banyak pilihan yang terbuka, para ilmuwanlah yang berperan dan ini tantangan serta misi besar saudara semua.
Hal tersebut disampaikan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dalam peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke 16 Tahun 2011 di Auditorium Graha Widya, Puspitek, Serpong, Rabu (10/8).
Lebih lanjut Kepala Negara mengatakan bahwa tantangan Indonesia di masa mendatang semakin berat, bukan hanya masalah yang dihadapi Indonesia namun juga oleh bangsa-bangsa di dunia. "Sekarang jumlah penduduk dunia 7 miliar manusia dan kemudian 2045 menjadi 9 milyar jiwa. Saya sampaikan apa implikasinya dari kebutuhan paling asasi, food security dan energy security," katanya.

Ia mencontohkan tiga hal, terkait tantangan dalam keamanan pangan, tantangan dalam ketersediaan energi dan perubahan fundamental ekonomi dari ekonomi sumber daya alam menjadi ekonomi yang mengedepankan peningkatan kualitas dan nilai produk nasional. "Konkritnya tahun mendatang, kita harus bisa percepat dan perluas terbangunnya industri bernilai tambah. Untuk itu semua, upaya besar solusi yang diharapkan kita harus percepat inovasi dan kontribusi ekonomi untuk kuasai itu," jelasnya.
Berdampingan dengan program percepatan pembangunan ekonomi Indonesia yang telah dicanangkan pemerintah, Ia meminta agar inovasi dan pengembangan teknologi bisa memberi kontribusi pada pengembangan kekuatan ekonomi nasional. “Sasaran kita dalam MP3EI bisa dikatakan ambisius, tapi saya yakin itu bisa kita capai. Dalam jangka waktu hingga 2025 mendatang, saya optimistis kondisi perekonomian Indonesia bisa mencapai kekuatan ekonomi dunia ke-12," ungkapnya.
Untuk mencapai itu, kata Presiden, ada sejumlah hal yang perlu dilakukan, yaitu sebagai bangsa harus bersatu, mau bekerja bersama, mau bekerja keras, jangan lunak jangan asal-asalan, bersikap adaptif dan inovatif. Selain itu kita juga harus menjadi bangsa yang cerdas dalam cari dan ciptakan peluang yang tersedia dimana-mana. Jika sasaran itu dicapai maka rakyat kita semakin sejahtera, kemiskinan bisa berkurang lebih signifikan, dan keadilan dimana-mana.
Sementara itu dalam laporannya Menteri Negara Riset dan Teknologi (Ristek) Suharna Surapranata, menyatakan bahwa ke depan kegiatan riset dan pengembangan teknologi harus difokuskan pada upaya pemenuhan kebutuhan para pengguna. “Kontribusi nyata teknologi terhadap pertumbuhan ekonomi diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat sebagaimana diamanatkan konstitusi.
Melalui tema Haklteknas ke 16 yaitu Inovasi Untuk Kesejahteraan Rakyat, mitos-mitos yang salah kaprah seperti inovasi harus mahal, besar, dan sulit akan diubah menjadi inovasi itu menguntungkan. "Selain itu inovasi sangat penting untuk disebarluaskan dan digunakan oleh masyarakat, dunia usaha, pemerintah, dan para pengguna lainnya,” jelasnya.
Di tahun mendatang, lanjut Menristek, Indonesia harus bisa mempercepat dan memperluas terbangunnya industri bernilai tambah. Untuk itu semua diperlukan upaya besar untuk mempercepat inovasi yang memiliki kontribusi terhadap perekonomian bangsa.
Dalam peringatan hari kebangkitan teknologi nasional ke-16 tersebut, hadir pula mantan Presiden RI ke-3 BJ Habibie, para menteri kabinet Indonesia Bersatu II, Kepala LPNK, sejumlah duta besar negara sahabat dan para peneliti dari seluruh Indonesia. Kegiatan peringatan hakteknas ke-16 di Serpong antara lain diisi dengan pameran hasil inovasi teknologi putra-putri bangsa Indonesia, seminar serta pemberian penghargaan anugrah iptek kepada pemerintah daerah, lembaga litbang, peneliti, perekayasa, inovator dan masyarakat sebagai bentuk apresiasi pemerintah atas komitmen mereka dalam litbang dan iptek untuk mendorong laju pembangunan masyarakat.

Sumber: BPPT

Tidak ada komentar: