Welcome

News Industri Indonesia

Jumat, 21 Oktober 2011

Kadin: Mendag, Seimbangkan Perdagangan Dunia dan Domestik

JAKARTA, Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan, Distribusi, dan Logistik Kadin Indonesia Natsir Mansyur berharap Gita Wirjawan selaku menteri perdagangan yang baru dapat memahami masalah yang terjadi di sektor perdagangan. Menurut dia, selama ini kebijakan perdagangan cenderung menyasar pasar global dan kurang memperhatikan pasar domestik.
"Saya kira Pak Gita (Wirjawan) dapatlah memahami masalah perdagangan itu. Sebenarnya yang kita harapkan ke depan ini, Pak Gita ini mampu menyeimbangkan trade global (perdagangan internasional) dengan menjaga pasar domestik kita," ujar Natsir kepada Kompas.com, di Jakarta, Jumat (21/10/2011).
Artinya, kata  dia, Mendag harus menyeimbangkan perdagangan global dengan pasar domestik. "Jangan sampai pasar domestik kita ini dari hari ke hari diisi oleh produk impor," tutur dia.
Ia menuturkan, apabila pasar domestik dijaga dengan baik, akan terjadi pertumbuhan industri yang besar, termasuk juga pertumbuhan angkatan kerja dan investasi. Namun, kata Natsir, jangan juga melupakan perdagangan internasional.
"Saya kira pemahaman Pak Gita mengenai dunia perdagangan ini ada, bisalah. Sebab, dia kan ada latar belakang pengusaha, ada latar belakang (pernah memimpin) BKPM," tuturnya.
Akan tetapi, sekalipun memiliki pengalaman tersebut, Mendag juga harus didukung oleh kinerja para direktur jenderalnya mengingat, kata dia, sekarang ini adalah kabinet kerja.
"Sehingga yang sangat penting memerlukan peranan di situ adalah perdagangan luar negeri dan dalam negeri. Harus orang yang punya visi ke depan dan cepat," kata dia.
Ia berharap kinerja yang demikian karena Mari Elka Pangestu, selaku Menteri Perdagangan sebelumnya, lebih berorientasi kepada perdagangan global ketimbang pasar domestik. "Zaman sekarang enggak bisa begitu. Semua negara juga melindungi pasar domestiknya."
Apalagi, lanjut dia, pasar domestik Indonesia harus mempersiapkan diri dalam rangka menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community) yang rencananya berlaku mulai tahun 2015. Jadi, ia berharap daya saing bisa dinaikkan hingga biaya logistik pun dapat dikurangi.

Sumber : Kompas

Tidak ada komentar: