Welcome

News Industri Indonesia

Jumat, 14 Oktober 2011

Mesin 100% Indonesia dari ITM

Mesin 4 tak 500cc 2 silinder segaris
Mesin Rusnas

Kini Suparto Soejatmo (73) merancang mesin kecil 500 cc berbahan bakar bensin. Rancangan dilakukan tahun 2002 dengan dana program Riset Unggulan Strategis Nasional dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi. Program ini melibatkan peneliti dan perekayasa yang diketuai I Nyoman Jujur di Pusat Teknologi Material Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Suparto tahun 1960-an terlibat perancangan mesin bemo, mesin mobil balap di Jepang dan Eropa, juga mesin mobil Timor yang batal diterapkan.

Tahun 2007 pembuatan mesin serba guna ini mencapai tahap akhir. Tahun ini telah melewati tahap uji coba dan akan masuk ke tahap studi produksi.

Pembuatan prototipe mesin melibatkan industri logam di Tegal, PT NEFA Global Industries, dengan supervisi dari BPPT. Bahan baku mesin paduan aluminium yang relatif ringan.
Tahun 2008 PT NEFA Global Industries mampu membuat lima mesin Rusnas dengan kualitas sama dengan prototipenya.

Uji kinerja prototipe mesin ini dilakukan di Balai Termodinamika Motor dan Propulsi di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Serpong, Banten.

Di lapangan, mesin ini tidak hanya digunakan untuk mengangkut hasil bumi, tetapi juga bisa sebagai mesin proses, misalnya untuk menggiling jagung atau pengupas kopi. Prototipe mesin ini dapat diaplikasikan di kapal nelayan, mobil mini perkotaan, dan motor penggerak alat pertanian.

”Mobil mini dengan nama GEA-Rusnas sudah diuji coba. Hasilnya baik, dilakukan tes di Sentul, Jawa Barat, dengan kecepatan 90 kilometer per jam,” urai Suparto, Presiden Direktur Indo Techno Mandiri.

Sistem injeksi

Selain prototipe mesin yang menggunakan sistem karburator, juga dikembangkan sistem injeksi bahan bahan bakar secara elektronis (electronic fuel injection/EFI) yang relatif baru digunakan di bidang otomotif.

Sistem ini dibangun dengan memanfaatkan potensi lokal melalui pembuatan electronic control unit. Saat injeksi dan pembakaran mulai dikomputasikan agar mesin yang optimal.

Pengembangan lain, mesin dimodifikasi agar bisa digerakkan dengan dua bahan bakar—premium dan bahan bakar gas dari jenis compression natural gas (CNG)—yang lebih murah dan aman dibandingkan dengan liquefied petroleum gas (LPG).

Mesin Rusnas ini akan ditingkatkan kandungan lokalnya hingga 98 persen dan harga jual tidak lebih dari Rp 8 juta.

Saat ini beberapa pemerintah daerah di Jawa Timur akan memakainya untuk penggerak alat pengangkut sampah serta di Sulawesi Selatan untuk angkutan perairan. Jika dipasangkan pada kendaraan bermotor, mobil mini itu dijual sekitar Rp 40 juta.

Tidak ada komentar: