Welcome

News Industri Indonesia

Senin, 10 Oktober 2011

Perusahaan AS Jajaki Investasi di Indonesia

JAKARTA – Perusahaan agrobisnis asal Amerika Serikat (AS),Archer Daniels Midland Company (ADM), berencana membangun pabrik pengolahan kakao di Indonesia.

Direktur Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Faiz Ahmad mengatakan,ADM sudah menyatakan minatnya untuk berinvestasi di sektor hilir kakao.Namun,Faiz belum mengetahui nilai investasinya.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI) Piter Jasman,kapasitas produksi yang bisa dihasilkan oleh ADM nantinya adalah sekitar 600.000 ton kakao per tahun apabila berkomitmen berinvestasi di sektor olahan kakao nasional. ”Investasinya kira-kira USD1.500 per ton.Itu kalau mau efisien,” kata Piter di Jakarta akhir pekan lalu.

Menurut dia,ADM merupakan pemimpin pasar di dunia, disusul oleh Barry Callebaut dan Cargill.Investasi ADM dan Cargill di industri pengolahan kakao nasional akan menguntungkan Indonesia.Alasannya, kata Piter, hal itu akan memudahkan produk Indonesia untuk masuk ke pasar Eropa sehingga bisa memberikan nilai tambah.

”Misalnya,untuk mengolah biji kakao menjadi bubuk atau butter, bisa menikmati nilai tambah sekitar 20% dari harga biji. Jika bubuk atau butter diolah lagi oleh industri makanan dan minuman menjadi wafer, misalnya,nilai tambah yang dinikmati setidaknya 30% dari harga bubuk,”ujarnya.

Dirjen Industri Agro Kemenperin Benny Wachyudi mengatakan, berkembangnya industri olahan biji kakao yang terjadi saat ini jelas lebih baik bagi Indonesia dibandingkan hanya menjadi eksportir sumber daya alam. ”Akan meningkatkan nilai tambah terutama penyerapan tenaga kerja dan pajak,”kata Benny.

Ketua Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo) Zulhelfi Sikumbang mengatakan, pemberlakuan bea keluar kakao hingga saat ini belum efektif dalam memajukan industri kakao nasional. Menurut Zulhelfi, sebelum bea keluar diberlakukan, sebanyak tujuh produsen kakao mati suri.Namun setelah diberlakukan, perkembangan tujuh produsen itu belum optimal.

Sumber : Seputar Indonesia

Tidak ada komentar: